Polisi Mengancam, Blogger Bernyanyi
Kisah kehidupan rumah tangga Amelia Masniari (Author Blog Miss Jinjing) dan Reinhard Hutagaol (Kepala Detasemen 88 Anti teror Polda Jambi) sudah memasuki arena publik. Mulai dari perguncingan di social media dan belakangan ini laporan wawancara Tabloid Nova dengan Amelia (bag 1 dan bag 2)
Pada mulanya, saya pribadi berpikiran jika perseteruan diantara mereka berdua adalah urusan rumah tangga mereka sendiri dan saya hendaknya tidak turut campur di dalamnya. Saya tadinya juga tidak akan mengambil posisi untuk membela salah satu pihak.
Namun saya sekarang berpikiran lain, berhubung saya diminta untuk menilai mengenai masalah mereka (lihat paragraph dibawah ini) "MJ mencoba mengaburkan pokok persoalannya yaitu perselingkuhan yang dilakukannya dan penelantaran 3 orang anak anaknya yang masih kecil ? Silahkan masyarakat yang menilai sendiri.... kebenaran akan hadir dengan sendirinya".
maka berikut ini adalah penilaian saya:
Pencuri Password Akan Kalah.
Dalam suatu pertikaian akan ada cerita dari kedua belah pihak. Dan dipastikan kedua belah pihak akan berusaha membenarkan argumen mereka masing-masing. Opini saya hanya berlandaskan pada fakta. Melihat entry posting dari Miss Jinjing Blog yang di dalamnya ada photo Fadhli Abdullah dan isu tentang perselingkuhan membuat saya bertanya-tanya. Kenapa sang penulis menancapkan paku untuk dirinya sendiri dengan memberitakan tentang perselingkuhannya? Apakah mungkin? Kalau mungkin lalu atas dasar apa?
Ternyata password blog telah diganti oleh Reinhard (baca Tabloid Nova). Bagi saya, ini merupakan klimaks penganiayaan Reinhard terhadap Amelia! Mengapa saya katakan demikian? Coba anda pikirkan sejenak, untuk sesuatu yang sangat publik dan dibaca oleh orang banyak Reinhard berani mengambil paksa apa yang bukan hak miliknya. Dia mengutak-atik blog yang bukan miliknya, memasukkan gambar yang bukan miliknya, menulis isu tanpa izin dari pemilik, merusak citra dan nama baik pemilik sah blog tersebut. Lebih tepatnya, polisi mencuri akses dan melakukan kejahatan.
Jika Reinhard berani melakukan kejahatan secara sangat publik maka adalah tidak mustahil bagi dia untuk melakukan pelanggaran yang sifatnya rahasia dan dilakukan di balik pintu rumah yang tertutup.
Karakter Di Belakang Pintu Hanya Istri Yang Tahu
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sudah ada sejak lama, namun kebanyakan dari korban tidak berani keluar dari lingkaran setan yang dibuat pasangan mereka (baik itu oleh sang suami atau istri) karena contoh faktor berikut: keamanan, ketidakpercayaan diri, dan stabilitas. Membaca kisah hidup Amelia yang penuh penganiayaan selama 12 tahun membuat saya berpikir betapa rapihnya pelaksanaan tugas sang polisi dalam menyembunyikan perilaku kekerasan yang dilakukan terhadap istrinya. Dia bukan hanya berhasil membuat lingkaran setan, namun juga contoh hidup bagi anak-anaknya. Tidak cukup, di akhir hubungannya dia menyempatkan diri untuk mencoba menghancurkan reputasi sang istri dengan isu perselingkuhan. Sangat dapat saya pahami kenapa Amelia tidak berani kembali ke rumahnya sendiri mengingat sang suami yang bekerja sebagai polisi dengan jabatan Kepala Detasemen 88 Anti teror Polda Jambi ini. Argumen Reinhard tentang penelantaran anak-anak memang masuk akal, namun melarikan diri demi untuk keselamatan adalah langkah yang "lebih" masuk akal mengingat karakter memukul yang dijabarkan oleh Amelia.
Jangan Bersembunyi Di Balik Tulisan Rohani
Pelaku kekerasan adalah golongan orang yang pandai bersandiwara. Mereka tahu kapan dan dimana melakukan aksinya bahkan bersedia melakukan hal yang paling tidak disangka baik dengan rayuan maupun air mata. Melihat tulisan rohani yang ditulis di blog Reinhard membuat saya mual. Bukan karena ayat-ayat yang di tuliskan disana, tapi mengetahui apa yang dia telah lakukan terhadap istrinya dan pada saat yang bersamaan mampu bersikap spiritual dalam hidup kesehariannya. Saat saya pertama membaca blog tersebut, saya langsung berpikiran betapa pandainya sang polisi. Dia pandai mengambil hati pembaca dan meluruskan perbuatannya dengan tulisan ibadah - salut.
Sebagai penutup: Kebenaran memang akan hadir dengan sendirinya, dan Reinhard secara langsung telah membantu mempercepat kehadiran nya dengan perbuatan yang telah dilakukan selama 12 tahun terakhir ini. Apakah perlakuan penganiayaan, seperti yang dilaporkan sang istri, menjadikan dirinya sebagai subyek tulisan yang pernah dia tulis: "Polisi Sebagai Terpidana"? Tentu saja ini tidak mustahil, mengingat mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji saja masuk penjara.




