Basa-Basi Headlines

Basa-Basi

Sunday, July 12, 2009

Facebook -Pengusik Yang Diundang

Sudah lama sejak saya terakhir menulis di blog ini. Sedih juga melihat blog Basa-Basi.com yang agak terbengkalai. Dulu setiap kali ada keinginan untuk membahas hal baru yang terjadi di sekitar saya, tujuan pertama adalah blog ini. Banyak teman baru yang saya dapat hanya dengan menulis iseng-iseng atau membahas sesuatu yang saya anggap penting. Namun sejak terjerumusnya saya ke dalam pemakaian Facebook -translasi: Fesbuk, maka hasrat untuk menulis di blog ini menurun drastis.

Pertama-tama, saya hanya mencoba-coba Facebook. Dari banyak teman yang telah mengundang, saya biasanya tidak menggubris undangan mereka untuk membuka akun di sana. Lalu suatu hari, saya lupa hari apa saat itu, kebetulan udara di luar lumayan dingin, jadi keinginan untuk duduk di depan komputer lebih lama terus mendalangi keinginan mempelajari apa yang orang-orang bilang sebagai penemuan canggih, social networking masa kini tersebut. Saat mencicipi pertama kali, kok ternyata mudah sekali membukanya. Aplikasi untuk mencari teman tampaknya hadir di depan layar secara non-stop. Si Anu, lalu Si Dia, Si Itu.... Semua ternyata sudah bermain-main di taman bermain dunia maya ini. Hm.. lucu juga gambar anak si Itu, eh.. si Anu sudah punya istri sekarang? Lho, ini kan si Dia yang nyebelin dulu. Mulailah sesi dimana keinginan untuk tahu tentang mereka yang pernah di dalam kehidupan saya dari kecil dulu sampai mereka yang barusan saya jabat tangannya karena urusan bisnis mulai dicari-cari di tumpukan profil di Facebook.

Setiap hari, sembari minum kopi, kegiatan awal sebelum mulai bekerja adalah melihat status teman-teman di Facebook, yang kemudian menjadi kegiatan yang saya geluti secara religius. Secara tidak langsung saya jadi tahu jam-jam tertentu saat dimana Si A yang baru bangun, Si B yang sebal harus masuk kantor, atau Si C yang kesukaannya belanja terus. Bagi mereka yang kebetulan membaca ini dan merasa dirinya yang saya ceritakan disini harap jangan GE-ER! Karena bukan anda saja yang memiliki karakter seperti itu. Keinginan untuk mau tahu status mereka yang termasuk sebagai teman saya terus menjadi-jadi. Klik sana-sini melihat teman dari teman-teman, lalu kalau yang kebetulan memberikan akses terhadap foto-foto mereka (harap baca artikel ini) membuat saya terpingkal-pingkal mengingat masa-masa kecil dulu. Ah... saat saya masih muda dulu.

Oya, satu hal yang saya pelajari di Facebook adalah dimana arti kata teman itu berbeda dengan "Teman". Terus terang saya lebih senang menambahkan teman dibandingkan "Teman". Kalau mereka tidak tahu favorit makanan saya, ukuran baju dan celana saya, tentunya dia bukan teman saya. Sehingga keinginan minta di add tidak akan digubris. Kalau pas ulang tahun saya tidak dikadoin, yang pasti dia bukan teman sejati saya :-) Jadi silahkan merasa bersalah bagi mereka yang belum kasih saya kado. Lho kok jadi ngelantur?!

Karena keinginan yang selalu mau tahu dan mau tahu terus, akhirnya saya berpendapat kalau Facebook itu adalah "Pengusik". Selalu siap memberi tahu status! Selalu siap dilihat kapan saja! Selalu ingin memberi tahu saya tentang apa, kapan, dan mengapa terhadap mereka yang hidupnya dibelahan dunia lain atau beberapa blok dari rumah saya. Selalu ingin ada koneksi dengan mereka yang di lingkaran teman saya. Facebook adalah pengusik yang saya undang! Sedang membaca berita menarik di internet, otomatis keinginan mau agar teman-teman tahu juga -lalu share ke Facebook. Saya harus update status dulu biar tidak merasa ketinggalan jaman -lalu share ke Facebook. Atau kalau melihat sesuatu yang menarik, saya harus memberitahu seluruh dunia (teman-teman yang jumlahnya kurang dari 1 juta orang doang) -lalu share ke Facebook. Sebab kalau tidak maka saya merasa hidup ini ada yang kurang klop.

Yah begitulah kehidupan setelah mengenal Facebook. Tapi untungnya sih anak-anak tidak terlantar gara-gara Facebook. Hmm.. atau itu bisa dijadikan judul posting yang berikutnya kali ya?

Sebagai penutup, saya hanya ingin memberitahu kalau cerita di atas tidak semuanya benar. Dan saya berjanji untuk tidak sampai kecanduan Facebook. Sehingga waktu luang dapat dipakai untuk menulis di blog ini lagi. Hidup saya adalah suatu karunia, demikian juga teman-teman yang saya ikut sertakan dalam Facebook. Oleh sebab itu saya harus lebih mementingkan hal yang nyata dibandingkan sesuatu yang maya. Duduk di depan komputer terlalu lama bisa membuat saya bodoh, bodoh terhadap hubungan yang lebih memerlukan usaha. Karena untuk menjadikan suatu hubungan lebih bermakna tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan komentar atau menulis sesuatu di wall teman kita. Kita perlu meluangkan waktu untuk ngobrol, atau berbuat sesuatu yang spesial bagi mereka. Dari situlah kita bisa menjadi yang terbaik bagi teman kita. Jadi lebih baik kita..... eh tunggu dulu, saya baru dapat status update dari si A di Facebook. Sekian dulu mau check status dulu ya.

Wednesday, July 01, 2009

Paket Pemungutan Suara Lewat Pos

About My Posts